Thursday, July 02, 2009

Bertumbuh Dalam Iman

Matius 17 : 20 b “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada kepada gunung ini ‘Pindah dari tempat ini ke sana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.’ ”



Memiliki tiga orang anak yang masih kecil-kecil, tentunya tidaklah mudah. Di samping memerlukan perhatian yang cukup besar, juga memerlukan tempat yang cukup agar mereka bisa bergerak bebas di dalam rumah. Ketika itu anak kami yang ketiga baru berusia 3 tahun. “Supaya tidak memakan tempat, kita gunakan saja tempat tidur tingkat ya ma…”, kata suami saya meminta persetujuan, “Tempat tidur tingkat dua ya pa?”, tanya saya. “Iya, ditambah satu yang bisa didorong di bawah, jadi ada tiga tempat tidur. Mereka bisa berkumpul dalam satu kamar yang sama, bisa saling memperhatikan dan itu lebih aman buat mereka.”, jelas suami saya. “Yang paling penting tidak membuat sempit ruangan ya pa..”, kata saya lagi. “Oh tentu, karena tempat tidur yang paling bawah bisa di dorong ke dalam jika sudah selesai digunakan, jadi lebih praktis!”, katanya meyakinkan saya. Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan tempat tidur tingkat untuk ketiga orang anak kami.

Anak kami yang ketiga senang tidur di tingkat yang paling atas. Pagi itu dia menangis ketika baru bangun tidur, entah apa sebabnya. Mendengar suara tangisan adiknya si abang langsung berteriak “Ayo dek, loncat saja! Ada abang yang jaga di bawah sini!”, kata abangnya memberi arahan. Tanpa pikir panjang si kecil menuruti perintah abangnya. “Aduh…sakit abang!”, suara si kecil terdengar merintih sakit. “Coba abang lihat apa yang membuat adikmu sakit!”, teriak saya dari kamar. “Ma..kelihatannya kaki si adek terkilir !”, jawabnya mulai terdengar panik. “Adek, coba kakinya diluruskan ke sini’, kata saya membujuk. “Tidak bisa ma, rasanya sakit sekali… !”, jawabnya sambil menahan sakit. “Tadi kenapa adek menurut saja ketika disuruh abang melompat ? Tempat tidurnya kan tinggi sayang…”, kata saya khawatir. “Kan ada abang di bawah ma!”, jawabnya sederhana. Tidak menunggu lama, kami segera membawanya ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan. Si kecil percaya penuh terhadap abangnya. Dia percaya ada abangnya yang siap membantu dirinya di bawah, sehingga ketika diminta untuk melompat dengan yakin dia menurutinya.

Ayat renungan kita pada hari ini mengatakan jika kita memiliki iman sebesar biji sesawi saja maka kita akan mampu memindahkan gunung sekalipun. Dunia saat ini dirundung oleh banyak kesulitan dan ketidakpastian. Manusia memiliki keterbatasan untuk mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Semua tidak ada yang pasti. Ada banyak yang kita sudah lakukan pada hari yang lalu dan hari ini, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Kita perlu iman, percaya penuh kepada Tuhan. Percaya bahwa Tuhan akan memelihara kita di hari esok, seperti Ia telah memelihara kita kemarin dan hari ini. Iman kita perlu bertumbuh. Kita patut bersyukur bila Tuhan mengijinkan kita menghadapi kesulitan dan kesukaran. Semua kesulitan adalah saat yang baik untuk kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, melihat pimpinan-Nya dan bertumbuh di dalam iman kepada Tuhan. Dengan iman kepada Tuhan, kita akan takjub melihat kuasa-Nya yang menyanggupkan kita menghadapi semua perkara dalam kehidupan ini.

Have faith in Jesus !

Bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat anda dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.