Monday, July 20, 2009

Ketika Kita Takut

2 Timotius 3 : 15 “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”






Waktu itu saya dan saudara-saudara masih kecil-kecil. Kami semua sudah terbiasa hanya tinggal bersama ibu, karena ayah sering mendapat pekerjaan di luar kota. Semua itu membuat kami menjadi lebih mandiri, masing-masing mendapat giliran untuk membantu pekerjaan dirumah mulai dari mencuci piring, mengepel, menyapu, mencuci baju dan lain-lain. Ketika itu belum ada penerangan listrik, sehingga kami terbiasa tidur jam 7 malam dan bangun jam 5 pagi. “Ayo anak-anak, sekarang waktunya kita renungan malam!”, suara mama mengingatkan kami malam itu. “Ayo giliran siapa yang menjadi protocol malam ini?”, kata saya pada kakak-kakak. ”Oh, giliran aku yang memimpin!”, kata kakak saya yang ke-empat. Kami pun menyanyi dan membaca firman dengan penuh semangat. Malam itu sama seperti malam- malam yang lalu, kami semua bisa beristirahat dengan nyaman. Saat sedang nyenyak tidur, tiba-tiba mama membangunkan sambil berbisik di telinga saya. “Ayo bangun kita berdoa dulu,dari tadi si Blacky menggonggong terus ….”,wajah mama terlihat sangat khawatir.

“Anjing siapa ma yang menggonggong..?”, kata kakak saya yang terbangun. “Anjing kita…, ayo bangun ! Kita harus berdoa…, mama rasa ada yang tidak beres di luar sana.”, suara mama kembali menjelaskan. Setelah semua lengkap terbangun, mama pun memimpin doa. Malam itu terasa mencekam karena hampir tidak ada suara apapun yang terdengar kecuali suara lolongan anjing. Kami berdoa bergantian, hingga saya yang terakhir. Tidak lama kemudian suara gongongan si Blacky berhenti. Kami pun kembali tidur. Sekitar pukul 5 pagi. ”Tante baik-baik saja ya?”, tanya seorang yang rupanya tetangga sebelah, sudah muncul di depan pintu. “Tidak ada apa-apa, memangnya kenapa?”, tanya mama sedikit heran. “Tadi malam kita semua melihat rumah tante di satroni orang jahat ! Mereka ada 7 orang, mencoba masuk ke rumah tante. Apa tante tidak dengar?”, mereka balik bertanya. “Saya hanya mendengar suara anjing kami tidak berhenti menggonggong. Makanya tante bangunkan semua anak-anak untuk berdoa.”, jawab mama. “Maaf ya tante kita semua tidak ada yang berani keluar untuk membantu karena orang-orangnya kelihatan sangat menakutkan.”, kata yang seorang tetangga yang satunya. “Mereka membawa senjata tajam loh tante, dan mengenakan pakaian hitam!”, jelas yang lain lagi. “Kami bisa melihat dengan jelas kelakuan mereka, tapi anehnya tiba-tiba mereka pergi begitu saja dan tidak jadi melanjutkan niat jahat mereka di rumah tante.”, kata tetangga persis di depan rumah kami. “Saya percaya, malaikat Tuhan yang sudah menghalau mereka, karena tadi malam kami semua bertelut dan berdoa meminta penjagaan Tuhan.”, jawab mama dengan percaya kepada semua yang datang.

Ayat renungan kita pada pagi ini mengatakan bahwa Alkitab memberikan kita hikmat dan menuntun kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus. Di dalam hidup terkadang kita dihadapkan pada peristiwa yang membuat kita menjadi gentar dan takut. Kita merasa tidak dapat berbuat apa-apa dalam menghadapi peristiwa itu dengan kekuatan kita sendiri. Tetapi Tuhan memberikan kita hikmat melalui firman-Nya bahwa kita tidak sendirian. Tuhan ada di samping kita untuk menjaga dan menolong kita. Mempelajari firman Tuhan dan berdoa dengan tekun setiap hari akan melatih kita dan keluarga kita untuk menyerahkan semua ketakutan dan kegentaran hati kita kepada-Nya. Kita akan membiarkan Tuhan menunjukkan kuasa-Nya yang melindungi kita. Marilah kita selalu rajin belajar firman-Nya dan tekun dalam doa setiap hari. Kita tidak sendirian.

Have a wonderful holiday !