Wednesday, July 29, 2009

Menjaga Integritas

1 Timotius 6:10 “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”



Selesai menamatkan pendidikan di bangku universitas, dengan giat saya segera mencari pekerjaan. Tidak sabar rasanya ingin menikmati hasil keringat sendiri dan merasakan seperti apa rasanya dunia pekerjaan. Setelah satu minggu saya membuat lamaran, akhirnya saya berhasil mendapat panggilan interview dari satu perusahaan. Semua tahapan interview saya ikuti, dan akhirnya berhasil diterima bekerja di perusahaan itu. “Papi…, saya sudah diterima bekerja, dan minggu depan sudah bisa mulai bekerja!”, kabar baik ini saya sampaikan kepada orangtua saya. “Puji Tuhan, semoga kamu bisa bekerja dengan baik sehingga sukses dalam pekerjaan.”, kata ayah saya menyambut gembira kabar baik ini. Hari-hari berjalan dengan baik. Banyak hal yang saya pelajari di perusahaan ini. Setelah beberapa tahun bekerja, suatu hari saya mendapat panggilan dari atasan. “Perusahaan melihat anda bisa bekerja dengan baik, jujur, dan dapat bekerja sama dengan baik. Mulai bulan depan, anda dipromosikan ke posisi barum yaitu di bagian pembelian.”, suara atasan mengejutkan saya, tapi ini adalah kejutan yang menyenangkan. “Terimakasih pak atas kepercayaan perusahaan kepada saya! Terus terang saya tidak menyangka… Saya akan menjaga kepercayaan yang diberikan pada saya.”, jawab saya meyakinkan pimpinan.

“Jangan lupa pertahankan kejujuran dan keadilan, karena tempat dimana kamu bekerja nanti dikenal sebagai tempat yang banyak godaannya.”, jawabnya dengan senyuman. “Saya akan selalu mengingat pesan bapak!”, kata saya lagi. Baru beberapa hari saya di posisi ini saya sudah harus melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku. “Jika bapak mau menggunakan produk kami ini, maka kami akan memberikan kepada bapak komisi 3-5% dari total pembelian nanti.”, kata supplier yang bertemu saya siang itu. Tentu saja saya tidak sependapat dengan penawarannya. “Maaf pak, di dalam perusahaan kami sudah ada standard penggunaan produk. Bapak harus melewati tahapan tersebut, sehingga bisa terlihat kelayakan dari produk yang bapak jual!”, jawab saya dengan tenang. “Tapi pak, komisi ini tidak ada hubunganya dengan perusahaan. Komisi ini adalah tanda terimakasih kami kepada bapak. Kami jamin, pihak management ataupun rekan-rekan anda tidak akan mengetahuinya.”, jawabnya setengah memaksa. “Sekali lagi maaf pak, saya tidak bisa melakukannya. Semua harus dilakukan sesuai prosedur, , saya harap bapak bisa mengerti.”,jawab saya kini dengan nada tegas. Setelah supplier itu pulang, saya bisa bernafas lega. Saya bisa mempertahankan pesan orang tua serta atasan saya, terutama pesan dalam firman Tuhan sehingga saya bisa terbebas dari godaan.

Ayat renungan pada hari ini mengatakan bahwa akar segala kejahatan adalah cinta uang, yang membuat orang menyimpang dari kebenaran dan mendapatkan kesusahan dengan memburunya. Uang dipakai untuk menunjang hidup kita. Namun kemewahan yang ditawarkan dunia, kenyamanan dan kemudahan yang tampaknya nikmat, membuat banyak orang mencintai uang, bahkan memburu uang dengan cara yang tidak halal sekali pun. Masa depan, kepercayaan dan nama baik pun dikorbankan demi mengejar uang. Cinta akan uang dapat membuka jalan terhadap segala jenis kejahatan. Sebagai umat Tuhan, biarlah kita selalu mengingat nasehat Tuhan, agar kita boleh menahan diri terhadap godaan untuk cinta akan uang. Kita jaga integritas kita dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada kita setiap hari. Satu saat kita harus mempertanggungjawabkan kepada Tuhan apa yang kita lakukan. Marilah kita memilih untuk mencintai Tuhan lebih dari segalanya, setiap hari.

Have a wonderful day !

Bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat-sahabat anda dengan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.