Sunday, July 26, 2009

Tuhan Selalu Menyertaimu

Ulangan 31:8 “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."





Sanak keluarga kami tergolong keluarga besar dan memiliki banyak anak-anak yang masih kecil-kecil. Selain sering kumpul keluarga, kami sering saling berganti menginap di rumah satu dengan yang lain lain. Anak kami sebetulnya sudah ingin sekali bisa bergabung dengan tradisi keluarga ini. Kerap kali keponakan-keponakan saya mengajaknya untuk bergabung bersama mereka. “Ayok dek, ikutan nginap di rumah-ku yuk…, besok kamu sudah diantar pulang. Gantian dong…, jangan cuma kita-kita saja yang menginap di rumah kamu.”, protes salah satu sepupunya. “Aku mau ikut, tapi harus sama mama dan papaku ya.”, jawabnya hati-hati. “Ah, kalau kita menginap tanpa mama dan papa nggak apa-apa kok. Pasti kamu juga bisa.”, rayu mereka lagi. “Mama…papa.., bisa ikut sama aku enggak?”, katanya balik bertanya kepada kami. “Maaf sayang, mama dan papa tidak bisa ikut karena harus bekerja. Adek ikut saja dengan mereka, nanti pulangnya papa jemput ya.”, kata saya membujuk. “Kalau papa mama ikut menginap, aku mau, Kalau enggak bisa, aku juga enggak mau ah!”, katanya dengan santai.

Di beberapa kesempatan yang lain ketika keponakan-keponakan mengajak untuk menginap di rumah mertua, saya tahu persis sebetulnya dia sangat ingin bisa menginap bersama sepupu-sepupunya. Tetapi tetap saja dia ingin menginap asal kami ikut mendampinginya. “Mama atau papa ikut enggak menginap di rumah opa?”, tanyanya pada kami. “Mama dan papa tidak usah ikut dek…, ,kan ada oma dan opa. Jadi tidak usah takut ya…”, bujuk mertua saya. “Aku enggak mau ah…! Kalau ada mama dan papa, baru aku mau.”, jawabnya sama seperti jawaban yang lalu. Berulang kali semua berusaha untuk membujuknya, tetapi dia tidak mengubah pendiriannya. Tetap tidak mau menginap di rumah siapapun jika tidak bersama dengan kami. Pada suatu kesempatan saya berusaha mencari tahu apa alasannya. “Kenapa sih dek kamu kok enggak mau ikutan nginap di rumah opa, tante dan om? Mereka kan keluarga kita. Sepupu kamu yang lain tidak punya masalah menginap tanpa mama dan papanya.”, tanya saya. “Enggak enak ah pa, nanti kalau adek ingin sesuatu atau perlu bantuan, adek enggak berani bilang ke mereka. Jadi lebih baik adek tetap sama mama dan papa!”, jawabnya sederhana. “Kamu sebetulnya tidak perlu khawatir, kan disana ada keluarga mama papa yang akan menolong dan melindungi kamu. Jadi adek tidak perlu takut tidak ditolong”, kata saya menjelaskan.

Ayat renungan kita di pagi hari ini mengatakan bahwa kita tidak perlu takut, karena Tuhan akan menyertai kita, Dia akan melindungi kita dan tidak akan membiarkan kita sendiri. Terkadang kita ragu-ragu bertindak untuk melakukan sesuatu. Kita takut mengambil keputusan atau kita takut mencoba sesuatu hal yang baru. Kita merasa tidak nyaman, karena belum pernah mengalami sebelumnya atau khawatir atas resiko yang akan dihadapi. Banyak tantangan besar dan baru yang kita rasa tidak sanggup menjalaninya sendiri. Tuhan berjanji akan selalu beserta kita. Kita tidak perlu ragu atau khawatir, bila Tuhan yang memimpin di depan. Yang patut kita lakukan adalah menyerahkan setiap rencana, keputusan, tindakan kita kepada Tuhan. Kita ajak Tuhan untuk berjalan di depan dan menuntun kita. Tuhan sanggup memelihara kita di setiap jalan kehidupan kita.

Have a wonderful holiday !