Tuesday, December 29, 2009

AIYC Presents "Christmas Songs and Praises"


Kebaktian pembukaan Sabat pada hari Jumat, 25 Desember 2009 di jemaat Kemang Pratama kali ini agak berbeda dari biasanya. Sejak sore hari, anggota jemaat sudah mulai berdatangan. Tidak hanya dari Jemaat Kemang Pratama, namun juga terlihat anggota dari jemaat lain yang tergabung dalam wilayah 4, khususnya dari jemaat Jaka Sampurna yang cukup banyak datang untuk berbakti bersama malam ini. The Adventist International Institute of Advanced Studies International Youth Chorale (AIYC), Filipina, akan membawakan lagu-lagu dan pujian pada kebaktian Vesper kali ini. Tepat jam 19:30, Bapak Wilson Tobing membuka acara ini dengan mengundang jemaat yang hadir untuk menyanyikan Lagu Sion nomor 234, “Dengar Malaikat Nyanyi” sebagai lagu pembukaan. Doa pembukaan dilayangkan oleh Pendeta Richard Y. Hutauruk.

AIYC terdiri dari anak-anak dosen, anak anak pengerja dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di AIIAS. Mereka berasal dari Indonesia, Filipina, India dan Venezuela. Puji-pujian ini adalah sebagai bentuk syukur atas kelahiran Yesus. Puji-pujian ini juga untuk memahami dan bersyukur atas keselamatan yang kita peroleh melalui pengorbanan Yesus yang telah mati dan bangkit untuk kita dan telah memastikan akan datang kembali untuk menjemput semua yang setia kepada-Nya. Apakah komitmen yang sudah kita buat untuk menyambut kedatangan Yesus? Dengan puji-pujian ini, kita juga dapat memperbaharui kembali kerohanian kita.

Puji-pujian terdiri dari empat bagian. Bagian pertama bertemakan berbakti kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi. Adalah tugas kita untuk memberikan puji-pujian kepada Tuhan, memberikan yang terbaik untuk menghormati dan memuliakan Tuhan. Di bagian ini tiga buah lagu berjudul ”In His Presence”, ”I Will Sing With The Spirit”, dan ”Come Let Us Worship” dinyanyikan dengan penuh penghayatan. Lagu ke-empat “He's Got the Whole World”, dinyanyikan dengan semangat dengan dipandu oleh conductor Herbert Yonathan, menyaksikan bahwa Tuhan berkuasa atas semua ciptaan-Nya dan semua ada di bawah kendali tangan Tuhan. Lagu ini mengakhiri bagian pertama dari puji-pujian malam ini. Sebuah potongan lagu “Joy To The World” dinyanyikan dan Herbert berbalik ke arah hadirin mengajak semua untuk turut bernyanyi. Ajakan Herbert disambut spontan oleh semua jemaat dengan turut bernyanyi bersama AIYC lagu yang sangat dikenal ini. Paduan suara besar dari semua hadirin mengangkat pujian bagi Tuhan.

“Yesus lahir di kandang domba untuk menyelamatkan semua manusia. Kalau pun hanya ada satu orang berdosa yang akan diselamatkan di dunia ini, Yesus tetap akan datang mengorbankan diri-Nya untuk menebus yang satu orang itu. Sungguh luar biasa dan ajaib kasih Tuhan kita ! Kita memiliki kesanggupan yang berbeda-beda, tetapi kita sama-sama diselamatkan oleh Yesus.”, ucap salah seorang penyanyi berasal dari Filipina menceritakan tema dari bagian ke-dua puji-pujian yang mereka sampaikan. Berturut-turut lagu “First Advent Medley” dan “Away in a Manger” dinyanyikan oleh 16 penyanyi yang terdiri dari 8 putra dan 8 putri. Sesekali pianist ikut juga bergabung menyanyikan lagu bersama mereka. “Silent Night” dan “The First Noel” dinyanyikan secara medley. Hadirin turut hanyut membayangkan saat Yesus lahir di dunia dan hanya sedikit orang yang menyadari kehadiran Juruselamat di dunia saat itu. “Let All the World Sing Joy” dinyanyikan dengan penuh gembira sebagai lagu terakhir di bagian ke-dua dari persembahan AIYC.

“Yesus datang untuk memberikan kasih, keselamatan, damai, harapan bagi semua manusia. Yesus memberikan jawaban di saat kita merasa tidak ada lagi jawaban dan solusi untuk semua masalah kita. Tidak ada yang dapat memahami kedalaman kasih dan kepedulian Tuhan kepada manusia. Kasih Tuhan telah membebaskan kita dari dosa dan kita bisa terbang tinggi di angkasa seperti burung elang. Tuhan mau agar kita percaya kepada-Nya dan memuji Dia.”, ucap salah seorang penyanyi menjelaskan tema dari bagian ke-tiga lagu-lagu yang mereka bawakan. Semua yang hadir diajak untuk merenungkan lagu-lagu yang dibawakan berikut ini. “When Answers Aren't Enough”, sebagai lagu pertama dinyanyikan dengan lembut. “He is more than an answer for your prayer… When answer is not enough, He is there…”, adalah potongan syair lagu yang indah ini. Yesus adalah jawaban untuk setiap doa kita. Kalau pun kita merasa belum mendapat jawaban yang kita rindukan, Yesus selalu ada di samping kita. Syair yang begitu indah dan sangat menguatkan semua yang mendengarkannya. Bait demi bait lagu “Amazing Grace”, mengalun dengan merdu, mengangkat puji untuk kasih yang ajaib dari Tuhan. Lagu “I Have Decided to Follow Jesus” dipadukan dengan lagu “He Leadeth Me”, menyimpulkan bahwa di saat kita telah memutuskan untuk mengikut Yesus, jangan kita pernah berbalik lagi kepada kehidupan yang lama. Kalau pun kita menghadapi tantangan, Dia akan selalu memimpin kita. Puji Tuhan untuk paduan dua lagu yang sangat menguatkan kita untuk setia senantiasa ! “Soar Like an Eagle”, dinyanyikan sebagai lagu penutup untuk mengakhiri bagian ke-tiga puji-pujian oleh AIYC malam ini.

Luar biasa dan puji Tuhan ! Belasan lagu telah dinyanyikan, namun stamina, semangat dan kualitas suara dari ke-enam belas penyanyi, conductor dan pianist, tidak surut sama sekali. Tuhan sungguh memberkati mereka dengan talenta dan komitmen dalam pelayanan kepada-Nya ! “Yesus sudah lahir, menyerahkan diri-Nya di kayu salib, dan sudah bangkit kembali untuk semua manusia. Sekarang Yesus ada di surga, menyiapkan tempat bagi kita semua. Kita tentu rindu untuk tiba di surga, bertemu dengan Juruselamat kita dan bersama-sama dengan semua yang kita kasihi. Marilah kita tetap setia hingga Yesus datang dan menyambut kasih-Nya dalam hidup kita setiap hari.”, kata Pendeta R.Y. Hutauruk mengawali bagian terakhir dari lagu-lagu yang akan dinyanyikan oleh AIYC malam ini.

“I Want to Thank You Lord”, adalah lagu pertama yang dikumandangkan dengan penuh penghayatan, bersyukur untuk kasih dan keselamatan yang Tuhan telah berikan kepada manusia. Lagu “Let It Shine” mengajak kita untuk tetap bersinar, menjadi terang dan saksi bagi Tuhan, dimana pun kita berada. Sebuah lagu yang berjudul “We Will Serve Him”, menjadi puncak dari semua puji-pujian malam ini. Lagu yang dinyanyikan dengan merdu ini mengajak kita semua untuk tetap melayani Yesus, hingga akhir waktu yang diberikan kepada kita. Puji Tuhan ! Lengkap sudah pelayanan lewat lagu-lagu dan pujian yang dibawakan oleh AIYC di jemaat Kemang Pratama malam ini. Bapak Wilson Tobing, ketua jemaat Kemang Pratama, menyampaikan bahwa kita patut mendukung pelayanan yang baik yang telah diberikan oleh AIYC. Saatnya persembahan khusus dikumpulkan, sebagai bentuk dukungan untuk pelayanan dair AIYC. Pendeta Saiman Saragih dari jemaat Jakasampurna melayangkan doa untuk persembahan.

Bapak Wilson Tobing menyampaikan terima kasih kepada Herbert Yonathan dan semua penyanyi, pianist, sponsor dan pengurus dari AIYC. Sebuah harapan agar AIYC tetap sukses dalam pelayanan, pendidikan, cita-cita yang mereka impikan di masa depan, dan menjadi pemimpin di organisasi di masa depan disampaikan juga oleh Bapak Wilson. Herbert Yonathan, yang pernah beberapa tahun menjadi anggota jemaat Kemang Pratama, menyampaikan rasa sukacita kelompok AIYC telah melayani di jemaat Kemang Pratama. Herbert mengucapkan terima kasih untuk semua dukungan dan doa-doa bagi pelayanan AIYC. Setelah itu, Herbert memperkenalkan satu per satu penyanyi yang turut dalam pelayanan malam ini. Masing-masing adalah :

Sopranos :
Euclea Mandolang
Grethel Barangan
Katrina Camay
Stephani Trisno

Altos :
Meg Murillo
Amber Murillo
Aimee Tapeceria
Wilmaree Tornalejo


Tenors :
David Palar
Aldwin Tapeceria
Arne Carpena
Jose Mario de Castro

Bass :
Robert dela Cruz
Waldemar Mandolang
Neo Das
Josue Martin
Kristian Kountur

Doa tutup untuk mengakhiri acara kebaktian malam ini dilayangkan oleh Pendeta R.Y. Hutauruk. Terima kasih Herbert dan AIYC ! Sukses dalam pelayanan kepada Tuhan !