Tuesday, March 08, 2011

AKU Tau Yang Terbaik Untukmu!

Amsal 3:5, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”



“Apa jenis kelamin anak kita, Pa?", tanyaku kepada suami. “Perempuan, Ma”, jawab suamiku saat kami menyaksikan Allah menghadirkan anak kami yang pertama yang lahir di tahun ke empat pernikahan kami. Betapa hati kami penuh sukacita oleh karena penantian yang cukup panjang atas kehadirannya berakhir sudah. Kebahagiaan yang luar biasa itu kami ungkapkan dengan memberikan nama yang cukup indah dan penuh arti yang berarti – "KaruniaNya". Usia anak kami menginjak tiga tahun, ketika kami berencana menambah anggota keluarga baru. “Pa, kelihatannya udah waktunya kita minta adik untuk anak kita ini kepada Tuhan supaya ada teman mainnya. Tapi aku ingin, kalo boleh, Tuhan mengaaruniakan anak laki-laki”, ujarku dalam sebuah obrolan dengan suami. Berbagai upaya kami lakukan agar memilki seorang anak laki-laki. Termasuk, atas saran beberapa teman, mengunjungi seorang dokter spesialis kandungan yang cukup ahli untuk mem-program jenis kelamin bayi sesuai permintaan pasien. Beberapa kali kami mengunjungi dokter tersebut dan setiap kali pula kami harus merogoh kocek lebih dalam untuk satu suntikan yang dimaksudkan untuk tujuan di atas. Saat yang ditunggupun tiba. Anak kedua kami lahir. Namun, kami dapati jenis kelamin bayi kami adalah perempuan untuk yang kedua kalinya. Sukacita kami tak kalah luar biasa. Terbukti, lewat nama yang kami berikan padanya yang berarti "kasihNya Ilahi." Namun demikian, kami merasakan bahwa Allah belum mendengar doa kami. Anak laki-laki yang kami harapkan belum diberikan kepada kami. Sampai suatu saat, orang tua kami menasihati demikian, “Begini nasihat kami untuk kalian berdua. Kalian sudah berusaha dan berdoa. Sisanya adalah, bagaimana Allah memberi dan kehendakNya yang jadi. Jangan pernah mengatur Allah! “

Ketika saya merasakan adanya tanda-tanda kehamilan untuk anak yang ketiga, oleh karena kami belum berencana untuk menambah anggota keluarga baru, respon pertama saya ketika itu adalah tetap menjalankan aktifitas sehari-hari dan tidak memberikan perhatian yang serius atas kehamilan tersebut. Kebetulan ketika itu tingkat pekerjaan saya di kantor cukup tinggi yang menuntut saya banyak melakukan tugas di luar kantor, melakukan kunjungan ke luar kota bahkan ke luar negeri. Hampir setiap hari saya harus pulang malam dengan mengendarai kendaraan sendirian. Suatu ketika saya mengikuti satu sesi pelatihan yang mengharuskan saya mengikuti kegiatan “team building” yang juga merupakan bagian dari agenda pelatihan. Usia kandungan saya ketika itu sekitar empat bulan. Saya harus melakukan banyak gerakan-gerakan berupa lompatan dan panjat memanjat yang cukup berbahaya untuk usia kandungan saya dan saya melakukan semuanya tanpa memperhitungkan bahwa saat itu saya sedang hamil. Jika Tuhan menghendaki, maka semuanya jadi!

Puji Tuhan! Saat yang dinantikan tiba. Seperti mimpi rasanya ketika kemudian saya ketahui bahwa saya melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan tampan. Saya masih tidak percaya! Bahkan saya tidak pernah menyangka bahwa kehamilan yang saya jalani dengan tidak antusias tersebut adalah calon bayi laki-laki. Jenis kelamin yang kami impi-impikan sebelumnya. Bukan keinginan kami tetapi keinginanNya, seperti yang kami ungkapan dalam namanya. Tuhan selalu punya rencana terindah bagi setiap umatNya. Manusia tidak dapat mendikte Allah. Kesanggupan manusia tidak dapat menyamai kesanggupan Ilahi. Hanya dengan petunjuk dan kehendak Allah saja, semua hal terbaik yang kita inginkan dapat terjadi di dalam kehidupan kita. Rancangan manusia belum tentu merupakan rancangan terindah Allah, kita dihimbau untuk menyerahkan dengan sungguh-sungguh segala rencana hidup kita kepadaNya dan biarkan Dia yang bertindak. Hari ini, ijinkanlah kehendak Allah terjadi atas dirimu dan bukan kehendakmu, Ia mengetahui dirimu lebih baik daripada engkau sendiri. Allah memberkati kita semua.



Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.