Monday, March 21, 2011

Berkat Terselubung

Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”


Pada suatu kesempatan hari libur, saya membaca sebuah buku dan mendapati sebuah cerita yang menarik perhatian saya. Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman baik. Temannya ini mempunyai kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas semua situasi dalam hidupnya, baik itu positif maupun negatif. Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja. Kelihatannya sang teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan senjata tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya. Seperti biasa Sang Teman berkomentar, “Ini bagus!” yang oleh raja dijawab, “Tidak, ini tidak bagus!”, dan raja menjebloskan temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk menyalakan api, mereka melihat Sang Raja tidak mempunyai jempol. Menurut tradisi mereka, mereka hanya memakan orang yang utuh saja, sehingga mereka membebaskan raja itu. Dalam perjalanan pulang, raja tersebut ingat akan kejadian setahun lalu pada saat ia kehilangan jempolnya, dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap temannya. Raja langsung pergi ke penjara untuk berbicara kepada temannya. “Kamu benar,” katanya. "Baguslah bahwa aku kehilangan jempolku”, dan ia menceritakan kejadian yang baru dialaminya itu. “Saya menyesal telah menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat padamu”. “Tidak.”, kata temannya. “Ini bagus! Kalau kamu tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu.” Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal yang menyenangkan. Namun karena dua peristiwa itulah, Sang Raja dan temannya tidak menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya.

Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita kehilangan materi, pekerjaan bahkan orang yang kita kasihi. Tentu saja itu membuat kita kesal, marah bahkan menggugat Tuhan karenanya. Namun, jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya berkat-berkat yang tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami. Selalu berserah dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan yang buruk kepada kita. Jadi, marilah kita belajar untuk berkata “YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan Tuhan dalam hidup ini. Pada saatnya nanti, kita dapat “melihat” berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan kita, karena Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang misterius, yang tidak terselami oleh keterbatasan akal kita. Allah menolong kita dalam setiap aktifitas kita hari ini.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.