Monday, March 07, 2011

Pekan Doa RT Hari ke-1 - Perayaan Cinta

Pekan doa Rumah Tangga hari ke 1 yang sedianya dilaksanakan pada hari sabat 5 Maret 2011 tertunda oleh karena sabat itu digunakan oleh Departemen BWA dalam rangka memperingati hari wanita sedunia, khirnya pekan doa Rumah Tangga digabungkan dihari ke 2, Minggu 6 Maret 2011 yang diadakan di rumah keluarga Larry Manurung.

Acara dimulai pukul 16.30 , dipimpin oleh ibu Ully Tambunan. Sebagai lagu pembuka dari lagu sion no 133 "Ku Kasih Pada-Mu" dan buka dilayangkan oleh ibu Adeline Pandiangan. Sebagai lagu istimewa, lagu " Yesus Spertinya Gembala" dinyanyikan dengan merdu oleh keluarga Karman, yang hadir lengkap dan kompak dengan baju batiknya.

Sebelum pembahasan dengan judul "Perayaan Cinta" yang dibawakan oleh ibu Annie Simanjuntak, sekitar 40 orang anggota jemaat yang hadir menyanyikan lagu tema "Ku Senang Berada Dalam Kluarga Allah".

Beberapa point penting yang disampaikan dalam pembahasan "Perayaan Cinta" adalah:

  • Arena yang paling penting bagi pengungkapan cinta adalah dalam pernikahan kristiani.
  • Dalam Alkitab dibuku Kejadian 2:24 "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging", memberi arti bahwa dua manusia menjadi organisme tunggal berbagi dalam kehidupan masing-masing sebagaimana mereka hidup bersama.
  • Rumah tangga adalah lembaga pertama yang dipengaruhi oleh kutukan dosa. Dan untuk dapat mengalahkan kuasa setan, maka didalam pernikahan kita harus selalu menyertakan Yesus didalamnya.
  • Kewajiban pertama dari para suami kristiani terhadap istri mereka adalah kasih yang mengobankan diri sendiri, yang menentukan penyediaan dan keamanan yang akan disediakannya.
  • Istri-istri kristiani dipanggil untuk menghargai suami mereka (Efesus 5:33). Memberikan pengormatan kepada suaminya adalah jalan utama dimana para istri kristiani melakukan tanggungjawabnya dalam "penghormatan" (perilaku, tunduk) satu sama lain.
  • Pernikahan kristiani berbeda dengan pernikahan duniawi. Pengambilan sumpah dalam pernikahan kristiani membuat kedua pihak menyerahkan dirinya untuk melakukan apa yang telah mereka janjikan tanpa menghiraukan penampilan yang lain.
  • Untuk menikah berarti menerima ketidaksempurnaan pasangan anda.
  • Pernikahan adalah kesempatan emas untuk memberikan kepada orang lain apa yang Yesus telah berikan bagi kita yaitu kasih tanpa syarat.
  • Jika anda bersumpah untuk mencintai satu sama lain demi Yesus, anda akan dikuatkan untuk mengasihi sepanjang waktu; bahkan ketika pasangan anda tidak layak untuk itu dan bahkan ketika anda merasa tidak menyukainya.
  • Dengan Yesus sebagai pusatnya, setiap pernikahan kristiani akan menjadi sebuah perayaan cinta.

Sebelum berlanjut dengan pembahasan hari ke 2 dengan judul "Rayakan Pernikahanmu!", sebuah lagu merdu "Jalan Serta Yesus" diperdengarkan oleh 5 orang muda yang hadir sore itu.

Sebuah pertanyaan "Nasihat apa yang diberikan orangtuamu sebelum melangkah dalam sebuah pernikahan?", dilontarkan oleh ibu Annie mengawali pembahasannya yang kedua. Pertanyaan ini dijawab oleh Diana Sibarani, ibu Lince Manurung dan ibu Yunita Wuisan yang pada intinya adalah agar selalu rukun dan setia.

Pernikahan adalah sebuah perayaan yang dilangsungkan sekali seumur hidup. Pertanyaannya adalah "kapan anda berciuman dengan pasangan anda?". Pertanyaan ini dijawab oleh bapak Willy Wuisan yang mengatakan bahwa setiap kali selesai berdoa mereka selalu berciuman.

Acara semakin seru, oleh karena ibu Annie meminta bapak pendeta Sonny dan bapak pendeta H.M. Siagian memberikan contoh ciuman kepada istri. Selanjutnya, bapak Jeff Eman memberikan sebuah kesaksian tentang ciuman. Dikisahkan bahwa di awal pernikahan sering terjadi perbedaan pendapat hingga suatu saat bapak Jeff terjatuh dan dia berdoa memohon agar diberikan kemesraan di dalam rumah tangganya. Di dalam doanya dia mendengar sebuah jawaban yang mengatakan "ciumlah istrimu setiap pagi". Hal itu segera dia lakukan hingga saat ini, sehingga keluarga mereka selalu mesra.

Ciuman adalah pengungkapan mendalam dari sebuah hubungan. Ciuman adalah hubungan paling intim yang mungkin diantara dua orang - bahkan lebih inti dari hubungan seksual (Kreidman, 1998, p.19). Bilamana pasangan di dalam hubungannya tidak berciuman dengan perasaan maka hubungan tersebut mungkin berada dalam masalah. Dalam bukunya, Kreidman menyatakan bahwa 10 detik berciuman dapat menjadi penyembuh romantisme pasangan. Sepuluh detik ciuman memiliki pengaruh yang lebih dramatis dalam sebuah hubungan daripada semua tugas yang pernah ditugaskan kepada anda. Ciuman yang diberikan pagi hari menetapkan ritme anda sepanjang hari, bila diberikan lebih awal maka ciuman menetapkan perasaan anda sepanjang malam.

Cara yang menyenangkan untuk merayakan pernikahan anda adalah dengan mengingat kembali kenangan bahagia, ingat dari mana anda berasal dan bagaimana anda bisa berada pada situasi ini.

Ellen G. White menulis kepada jemaat, "kita tidak perlu takut akan masa depan, kecuali kita melupakan jalan dimana Tuhan telah memimpin kita, dan pengajaranNya di sejarah masa lalu". Hal yang sama dapat dikatakan sehubungan dengan pernikahan kita; kita tidak perlu takut akan masa depan kecuali kita melupakan semua yang telah Allah lakukan bagi kita sebagai pasangan di masa lalu.

Sebelum mengakhiri acara, sebuah kesaksian disampaikan oleh tuan rumah bapak Larry Manurung yang menyampaikan rasa syukurnya oleh karena mereka sudah menyelesaikan renovasi rumah mereka. Juga bersyukur oleh karena ada banyak berkat-berkat yang mereka nikmati dalam kehidupan rumah tangga mereka. Bapak Larry juga memohon agar anggota-anggota jemaat tetap mendoakan keluarga mereka agar tetap setia dalam iman kepada Yesus dan tetap rendah hati

Mazmur 127:1-5 dibacakan sebelum doa khusus bagi keluarga Larry Manurung yang didampingi oleh bapak- ibu Jerry Manurung dan bapak - ibu Hendra Tampubolon. Doa dilayangkan oleh bapak Pendeta Sonny Kapitan didampingi oleh bapak Pendeta H.M. Siagian, serta dua ketua jemaat yang hadir, yaitu bapak Jeff Eman dan bapak Munas Tambunan.

Lagu sion no 258 "Betapalah Eloknya di Rumah Tangga" menjadi lagu penutup dan seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa yang dilayangkan oleh ibu Yunita Wuisan.

Atas kebahagiaan ini, keluarga Larry Manurung menyediakan makanan yang boleh dinikmati bersama yang sebelumnya telah didoakan oleh bapak Sontani Purnama.


-Anyelir Jingga-