Saturday, February 19, 2011

Kasih Yang Melampaui Akal



R
oma 5:8 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”




Pandy adalah nama boneka kain hasil karya dan hadiah dari bibi kami yang penuh kasih kepada anak kami. Ketika Pandy masih baru, anak kami mengasihinya. Ia mengasihinya dengan sebuah kasih yang melebihi keindahan Pandy sendiri. Kemanapun anak kami pergi, Pandy selalu dibawanya serta. Baik ketika ia bermain, ketika makan, bahkan ketika berbaring tidur, Pandy akan berada disinya. Dengan berjalannya waktu, Pandy tidak lagi menjadi boneka yang menarik, tangannya sudah beberapa kali robek dan harus dijahit. Kakinya juga pernah putus dan disambung kembali. Rambutnyapun sudah rontok, namun demikian anak kami tetap menyayangi boneka kain tersebut. Boneka-boneka lain datang dan pergi, namun Pandy tetap menjadi bagian keluarga kami.

Pada suatu hari. ”Mama, mama, Pandy kecemplung got, bagaimana donk? Mama tolong ya, tolong cari orang ambilkan boneka itu”, terdengar anak saya mengadu di ujung telepon disertai tangis. Dari nada suaranya, jelas terkesan ada rasa takut kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Kalau membayangkan boneka kain yang sudah usang, kemudian masuk dalam selokan yang kotor, rasanya ingin saya mengatakan kepada anak saya untuk melupakan saja, dan menawarkan kepadanya boneka lain yang lebih bagus, sebagai pengganti. Tapi saya tidak bisa melakukan itu, karena saya tahu sekali, ia sangat menyayangi boneka tersebut. “Tenang aja nak, nanti mama minta mbak cari orang untuk masuk ke dalam selokan dan ambil bonekanya ya”, kataku. “Badannya basah semua, ma. Dan kotor. Huuuh….. Bagaimana ma, bisa dibersihkan eggak?”, rengeknya. “Pasti bisa. Nanti kita cari jalan untuk membersihkannya. Sekarang jangan nangis lagi, mama sudah mau sampai ke rumah”, saya berusaha menenangkannya. Setibanya di rumah, Pandy sudah dikeluarkan dari dalam selokan. Sekujur tubuhnya penuh dengan kotoran. Warna kain pembungkus tubuhnya yang sudah lusuh, sekarang semakin bertambah buruk rupanya. Sebenarnya, satu-satunya hal logis yang dapat dilakukan adalah membuangnya. Tetapi kami mengasihi anak kami, mengasihi dia berarti mengasihi bonekanya. Anak kami mengasihi Pandy, bukan karena Pandy cantik, namun ia mengasihi Pandy dengan sebuah kasih yang membuat Pandy berharga dimata setiap orang yang mencintai anak kami. Sekarang, kami harus mencari jalan untuk menyelamatkan Pandy.

Kita semua adalah boneka kain yang usang. Namun kita adalah boneka kain usang milik Allah. Ia mengenal semua kelemahan kita, dan bagaimana pun juga Ia mengasihi kita. Ada cinta yang memberi nilai pada yang dicintai. Ada cinta yang mengubah boneka kain yang usang menjadi harta yang sangat berharga. Untuk beberapa alasan yang tidak dapat dijelaskan dengan benar oleh siapa pun, ada sebuah cinta yang mengikatkan dirinya pada ciptaan-ciptaan kecil yang buruk, dan membuatnya berharga dan memililiki nilai yang tidak dapat dihitung. Kasih Allah yang begitu besar ini ditunjukkan pada saat kita telah jatuh dalam dosa dan menjadi ciptaan yang tidak lagi sangat menyenangkan. Namun Kristus rela mati untuk kita, ketika kita masih berdosa Inilah kasih yang melampaui akal, yakni kasih Allah. Inilah kasih yang digunakan Allah untuk mengasihi saudara dan saya.

Selamat menikmati Hari Sabat bagi kita semua.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.