Wednesday, February 16, 2011

Omni Present



Ibrani 13:5b “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”



Kami sangat senang mendengar lantunan syair lagu yang diberi judul, “Dia Selalu Ada”. Hati terasa dikuatkan tatkala mendengarkan lagu ini, yang menceritakan bahwa banyak hal yang terjadi dalam hidup ini tidak selalu dapat dipahami namun apapun peristiwa yang menimpa kita, Tuhan selalu ada. “Entah kenapa ya pa, tiap kali mama dengar lagu ini, hati terasa disejukkan. Hidup jadi lebih bersemangat”, ujarku kepada suami. "Iya. Kita terasa terhibur. Lupa kesulitan hidup yang pernah kita alami, kalau sudah mendengar syairnya dinyanyikan", jawab suami menguatkan pendapatku. Demikian senangnya kami terhadap syair lagu ini sehingga tak jarang pula kami lantunkan lagu ini, bagaikan sebuah doa yang mengingatkan kepada kami akan penyertaan Tuhan yang senantiasa. Tiada pernah berhenti. Sama seperti matahari pagi, tak pernah terlambat dan absen menyinarkan sinar pagi kepada dunia ini, demikian kasih dan penyertaan Tuhan hadir setiap saat.

Kami sangat dikejutkan tatkala mendengar Rudy mengalami kecelakaan. Ia adalah anak sahabat kami yang sering menyanyikan lagu kesayangan kami yang berjudul ‘Dia Selalu Ada”. Di sebuah kesempatan kami pun menjenguk Rudy di rumah sakit, tempat dia dirawat, dan bertemu dengan kakaknya Rudy. Sebuah kertas putih ada ditangannya, namun wajahnya terlihat susah dan kebingungan. “Ada apa Tom, bagaimana keadaan Rudy?”, tanya kami. “Agak parah om. Ada luka dalam. Ini dikasih resep untuk beli obat”. Kami bisa merasakan beban berat dipikiran Tomy. Resep kami ambil, kemudian bersama-sama segera pergi menuju apotik dan membeli obat-obatan yang dituliskan dalam resep. Setelah mendapatkan penjelasan atas kegunaan obat tersebut, kami melanjutkan perjalanan menuju ruang tempat Rudy dirawat. Ketika kami sampai di ruang perawatannya, melihat kondisinya yang begitu lemah, saya dan suami saya berpandangan. Terngiang lagu “Dia selalu ada”. Kami berdoa dan percaya, bagaimanapun kondisi Rudy pada waktu itu, Tuhan ada bersama Rudy. Sungguh naas. Saat keesokan harinya, menjelang subuh, kami menerima telepon dari Tommy yang menyampaikan bahwa Tuhan mengijinkan Rudy menghembuskan nafas terakhir. Lagu “Dia Selalu Ada” yang sering dilantunkan almarhumpun diperdengarkan pada prosesi pemakamannya.

Kita bersyukur atas janjiNya bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita. Sebagai manusia, sering kita tidak mampu memahami peristiwa yang terjadi di dalam hidup ini. Kita juga tidak memiliki kemampuan melihat bahwa setiap peristiwa yang dialami tentu tidak terjadi begitu saja. Ada hikmah dan pengajaran yang bisa dipetik dari balik semua peristiwa itu. Dengan memahami ini, kita tetap dapat meyakini bahwa segala sesuatu terjadi dalam rancanganNya dan baik, sekalipun terbungkus dalam peristiwa yang tidak mengenakkan. Itu karena “Dia selalu ada”, “God is Omni Present”. Undanglah Dia hadir dalam hidupmu setiap saat.


Mari kita bagikan Roti Pagi ini kepada sahabat kita dengan menggunakan tombol "Tell A Friend" di bawah ini.